12/12/2009

BOOMERANG (SUARA JALANAN) FULL

Download album Boomerang " Suara Jalanan" part 1 disini
part 2 disini...

Download album Dream Theater terbaru Black Clouds and Silver Linings [2009]

Yg mau download Album Dream Theater Black Clouds and Silver Linings [2009]klik disini

12/11/2009

MP3 REQUEST

YANG MO REQUEST MP3 ROCK POSTING DISINI...

HISTORY OF THE BEATLES


The Beatles dapat dikatakan sebagai group rock yang paling berpengaruh dan abadi sepanjang masa. Banyak hal mengenai The Beatles yang pernah dikatakan atau dituliskan dan sulit untuk mempersingkat cerita tentang perjalanan karir mereka. Beatles juga merupakan group rock pertama dari Inggris yang berhasil meraih pengakuan internasional, meluncurkan Bristish Invasion yang membuat rock benar-benar menjadi fenomena internasional. Fenomena ini dimulai pada tahun 1957, ketika Paul McCartney (b. James Paul McCartney, 18 Juni 1942, di Liverpool, Inggris) berhasil lolos audisi untuk mengisi posisi gitaris pada Quarrymen, sebuah group skiffle yang dipimpin oleh John Lennon (b. John Winston Lennon, 9 Oktober 1940, di Liverpool, Inggris; d. 8 Desember 1980 di New York, AS). Dalam kurun waktu setahun, group tersebut menerima lagi tambahan musisi, yaitu gitaris berusia 15 tahun, George Harrison (b. 25 Februari 1943 di Liverpool, Inggris; d. 29 November 2001 di Los Angeles, California, AS), dan teman sekolah John Lennon, Stuart Sutcliffe (b. 23 Juni 1940 di Edinburgh Skotlandia; d. 10 April 1962 di Hamburg, Jerman).

Setelah selama beberapa saat sempat tampil dengan nama Johnny and The Moondogs, mereka kemudian berganti nama menjadi Silver Beatles.Tidak lama kemudian, pada pertengahan tahun 1960, mereka meninggalkan kata ‘silver’ dan memakai nama Beatles.Seorang pemain drum, Pete Best (b. 1941 di Liverpool, Inggris) kemudian direkrut untuk melengkapi Beatles, dan mereka mencoba untuk memperkenalkan diri di Eropa dengan pergi ke Hamburg, Jerman. Band ini menjadi populer secara lokal, dengan tampil di sejumlah klub sampai mereka diusir keluar dari Jerman pada bulan November karena George Harrison masih di bawah umur. Beatles kembali ke Jerman pada awal tahun 1961 untuk rekaman lagu “My Bonnie” sebagai band pengiring bagi Tony Sheridan. Sementara itu, Stuart Sutcliffe keluar dari Beatles untuk menetap di Jerman sebagai seorang pelukis. Paul McCartney mengambil alih posisinya sebagai pemain bass. Sepanjang tahun 1961, Beatles bermain pada klub-klub di Inggris dan menjadi terkenal di kota asal mereka, Liverpool. Pada waktu itu mereka tampil dengan menyanyikan lagu-lagu dari penyanyi lain, sementara John Lennon dan Paul McCartney mulai menulis lagu bersama.

Bulan November 1961, Brian Epstein, manager dari North End Music Store di Liverpool tertarik dengan penampilan Beatles, setelah ia mendapatkan sejumlah permintaan dari para pelanggannya untuk rekaman “My Bonnie” dari Tony Sheridan. Brian Epstein kemudian melihat penampilan Beatles di Cavern Club dan memutuskan untuk menjadi manager mereka serta berusaha mendapatkan kontrak rekaman. Pada tanggal 1 Januari 1962, Beatles mengikuti audisi untuk Decca Records, namun mereka ditolak. Namun dengan sikap pantang menyerah, Brian Epstein berhasil mendapatkan waktu untuk audisi dengan Parlophone, anak perusahaan EMI Records, dengan produser George Martin yang mengontrak Beatles pada tanggal 9 Mei 1962. Setelah melalui satu sesi rekaman, George Martin menyarankan agar drummer Pete Best diganti, dan Beatles mengusulkan Ringo Starr (b. Richard Starkey, 7 Juli 1940 di Liverpool, Inggris). Pada bulan Oktober 1962, single pertama Beatles, “Love Me Do” / “P.S. I Love You” berhasil menjadi hit Top 20 di Inggris, dengan diperkirakan Brian Epstein telah membeli 10.000 copy rekaman untuk memastikan Beatles akan dapat masuk tangga lagu. Beatles juga mulai tampil secara teratur di BBC, dan tampil lebih dari 50 kali antara tahun 1962 dan 1964.

Pada bulan Februari 1963, Beatles kembali masuk studio untuk merekam 10 lagu (dalam satu hari) untuk album pertama mereka, Please Please Me yang dirilis beberapa bulan berikutnya. Dalam waktu singkat album ini berhasil menjadi hit, bertahan pada posisi pertama di tangga lagu selama 30 minggu. Beatles mulai memiliki banyak penggemar, terutama penggemar wanita dan merupakan awal dari Beatlemania. Mereka kemudian merilis album kedua, With the Beatles dan pada akhir tahun 1963, mereka telah berhasil menjual lebih dari 2,5 juta album di Inggris, serta serangkaian single mereka yang terjual jutaan copy. Pada tahun 1964, hak untuk merilis semua rekaman Beatles menjadi milik EMI/Capitol Records dan rekaman Beatles menjadi salah satu rekaman yang paling banyak dibajak sepanjang sejarah musik. Pada bulan Januari 1964, Capitol Records merilis album Beatles di AS, Meet the Beatles, yang berisikan campuran lagu-lagu dari dua album yang dirilis di Inggris. Menyusul penampilan Beatles selama tiga minggu pada Ed Sullivan Show, Februari 1964 (disaksikan lebih dari 73 juta penonton), Beatles menjadi band terbesar di AS. Para personil The Beatles kemudian tampil pada sebuah film mereka, A Hard Days Night, yang dengan mengejutkan berhasil mendapatkan sambutan baik dan album soundtrack film tersebut juga berhasil menjadi hit. Setelah film tersebut dirilis pada bulan Juli 1964, Beatles menggelar tour pertama mereka di Amerika Serikat. Pada tahun 1965, Beatles tampil di film kedua mereka, berjudul Help!, dan juga diikuti dengan dirilisnya album soundtrack film tersebut.

Dengan sukses yang tidak mereka duga sebelumnya, Beatles mulai membuat musik yang lebih serius. Berawal dari menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain, membuat lagu-lagu pop bertemakan cinta dengan tempo cepat, mereka kemudian beralih ke lagu-lagu yang lebih introspektif dan lebih bereksperimen, seperti dalam album Rubber Soul, yang dirilis bulan Desember 1965. Kemudian Beatles merilis Revolver dan disusul dengan tour terakhir mereka di AS yang dimulai pada bulan Agustus 1966. Mereka menggelar konser live terakhir di Candlestisk Park di San Francisco pada tanggal 29 Agustus 1966, dan mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi penampilan secara live untuk lebih berkonsentrasi pada rekaman-rekaman mereka. Rumor yang menyatakan Beatles akan bubar banyak bermunculan di media-media seiring dengan menghilangnya band tersebut dari depan publik. Pada tanggal 27 Agustus 1967, manager Beatles, Brian Epstein meninggal dunia. Hal ini membuat Beatles sangat terguncang, namun mereka memutuskan untuk tidak mempekerjakan manager baru, dan mengambil alih kontrol terhadap karir mereka sendiri. Proyek pertama mereka tanpa bimbingan Brian Epstein adalah sebuah album dan acara spesial di BBC, Magical Mystery Tour, yang banyak mendapat kritik, dan kemungkinan menjadi awal keruntuhan Beatles. Pada tahun 1968, Beatles mendirikan label rekaman mereka sendiri, Apple, dan mulai merekam lagu-lagu untuk album terbaru mereka. Sesi rekaman ini dipenuhi dengan ketegangan, karena sering terjadi perselisihan diantara mereka.

Masih di tahun yang sama, John Lennon merilis album solo, yang direkam bersama dengan kekasih barunya yang kontroversial, seorang seniman Amerika keturunan Jepang, Yoko Ono. Album tersebut berjudul Unfinished Music No. 1 – Two Virgins. Pada bulan Januari 1969, Beatles mulai mempersiapkan diri untuk merekam album terbaru mereka secara live di studio, dan menghasilkan Get Back. Untuk mengiringi sebuah film, Beatles tampil di atap studio mereka dan menjadi penampilan mereka yang terakhir di depan umum. Sewaktu menyiapkan album ini, anggota Beatles mulai berselisih tentang masalah kreativitas mereka. Pada awal tahun 1970-an, keempat anggota Beatles sibuk menggarap album solo mereka masing-masing, tetapi mereka tetap menyangkal berita bubarnya Beatles. Pada bulan September 1969, John Lennon mengatakan kepada rekan-rekan di Beatles, bahwa ia ingin keluar, tetapi karena saat itu Beatles sedang mengadakan negosiasi ulang dengan EMI, perpecahan antar mereka disembunyikan.
Namun sayangnya, konflik internal itu naik ke permukaan ketika Allen Klein mengajak Phil Sector untuk memproduksi dan menggarap Get Back ( dirilis pada bulan Mei 1970 dengan judul Let It Be). Hal ini sangat bertentangan dengan keinginan Paul McCartney dan juga meminta agar Paul McCartney menunda peluncuran album solo debutnya, McCartney, dengan tujuan untuk menghindari menurunnya penjualan Let It Be. Dengan marah, Paul McCartney merilis albumnya pada bulan April 1970, sebelum Let It Be dirilis, dan mengumumkan kepada publik bahwa ia keluar dari Beatles.

Pada tanggal 31 Desember 1970, Paul McCartney menuntut Allen Klein karena membuat Beatles bubar. Hal ini mengecewakan tiga anggota Beatles yang lain, karena mereka mempertimbangkan untuk tetap rekaman sebagai Beatles sementara merintis karir solo mereka. Saat itu, kesempatan untuk berkumpul kembali sudahlah lenyap, sementara Apple Records juga menjadi bangkrut. Pada tahun 1970-an masing-masing anggota Beatles merilis album solo mereka. Paul McCartney tampil dengan istrinya, Linda dalam group Wings; sementara John Lennon rekaman bersama dengan Yoko Ono. Sepanjang tahun 1970-an, muncul beberapa omong kosong bahwa anggota Beatles akan mengadakan reuni. Mereka sibuk sendiri dengan karir solonya dan masing-masing berkecimpung di jalur musik yang berbeda. Keempat mantan anggota Beatles ini tidak pernah benar-benar serius untuk bergabung kembali. Akhirnya keinginan untuk menyatukan kembali anggota Beatles ini benar-benar pupus dengan tewasnya John Lennon pada tanggal 8 Desember 1980. Pada awal tahun 1990-an, Paul McCartney, George Harrison, Ringo Starr dan Yoko Ono menyelesaikan pertentangan mereka mengenai ijin untuk merilis ulang rekaman-rekaman mereka yang belum diluncurkan. Pada tahun 1994, Capitol Records merilis CD dobel yang berisikan rekaman-rekaman awal Beatles untuk BBC.

Pada tahun 1995, anggota Beatles yang masih hidup, turut berpartisipasi dalam film dokumenter tentang kehidupan mereka. Paul McCartney, Ringo Starr, dan George Harrison juga merilis dua rekaman demo John Lennon, “Free as a Bird” dan “Real Love”. Walaupun kualitas suaranya kurang baik, namun ketika album Beatles Anthology 1, 2, and 3 ketika dirilis mendapat sambutan baik, terjual lebih dari 15 juta copy dalam kurun waktu kurang dari setahun.

12/07/2009

HISTORY OF SEPULTURA


Mereka berasal dari Belo Horizonte, Brazil,
Sepultura adalah band paling berhasil di belantara brazilian heavy metal sepanjang sejarah.
perjuangan mereka lebih dari sepuluh tahun, band ini tumbuh dari kekuatan transformasi primitif menjadi salah satu yang yang bersifat internasional agresif.
Sepultura (yang artinya kuburan dalam bahasa Portugis) telah dibentuk di pertengahan tahun 80s yang
saat itu terkekang dalam kediktatoran militer.
Saat itu personil awal mereka adalah : Max Cavalera (vocals / guitar), Igor Cavalera (drum),
Paulo Jr (bas),dan Jairo T. (lead guitar)
dalam bermusik mereka terpengaruh band band seperti Black Sabbath, Iron Maiden, Metallica, Slayer.
(literally pertama tiga catatan dibeli oleh Max pada kunjungan ke “kota besar” São Paulo),
Kala itu mereka masih belajar bagaimana cara mereka memainkan instrumen yang cepat
dan kemudian berkembang berkembang menjadi musik contenders.
pada bulan Agustus 1986, album pertama mereka adalah Morbid Visions, dan disertai eps album yaitu
Bestial Devastation.
dalam bermusik mereka telah menunjukkan sedikit perbaikan, single pertama “Troops of Doom,”
menarik perhatian beberapa media dan mereka yakin karir mereka selanjutnya akan sukses.
Jairo T keluar sebagai gantinya masuk Andreas kisser, kemampuan bermusik yang lebih bagus
dari Andreas kisser akan membantu meningkatkan kwalitas personil band ke tingkat berikutnya.
Pada tahun 1987, Sepultura merilis albu ke dua schizofrenia, ditampilkan dalam evolusi yang luar biasa
baik dalam dalam hal jumlah produksi dan maupun kerja keras mereka,album berikutnya adalah Beneath The Remains yang menghasilkanhits Inner Self, Tahun 1991 Album ke 4 dirilis, album ini adalah album maha karya terbaik untuk sepultura, dmana mereka memainkan pure thrash.
Salah satu lagu dalam album Arise yakni “Dead embrionic Cells” menjadi hit yg lain, dan judul lagu itu
mendapat perhatian lebih dari pendengar musik cadas dunia, video clip Dead Embrionic Cells dilarang oleh
MTV Amerika karena dianggap melecehkan agama kristen.
Max Cavalera menikah dengan Bujnowski Gloria yang sekaligus menjadi band manager Sepultura.
Dibawah lable Roadrunner, mereka memperoleh co-distribusi dengan Epic Records untuk rekaman
berikutnya, pada tahun ahun 1993’s yakni album Chaos AD.
Dengan memasukkan isu sosial (terutama yang berkaitan
dengan Indonesia) dalam lirik mereka, musik mereka di album itu kental dengan unsur punk dan hardcore
Setelah sukses album Chaos AD, mereka cukup lama beristirahat sebelum mulai bekerja pada proyek mereka yang paling ambisius Roots pd tahun 1996.
Kreatifitas mereka teruji dialbum ini berkat kepiawaian mereka memadukan unsur musik etnik brazil dengan thrash,dan inilah albumterakhir kebersamaan mereka dalam sepultura,
Saat sebelum mereka tampil di di Inggris pada Monsters of Rock festival ,putra tiri Max dari Gloria Tewas
dalam kecelakaan mobil. Max dan istri sangat terpukul,mereka seolah larut dalam kesedihan, Sementara Sepultura sendiri saat itu berjalan sebagai trio. Mengetahui itum Gloria dan Max marah besar, mereka menganggap ketiga rekanya di band berkhianat dan tidakpeduli akan kejadian yang menimpa anaknya.
Max Cavalera menyatakan keluar, sebagai Leader disepultura Andil max sangat besar sekali, Sepultura mulai
goyah,akan tetapi mereka akan segera melaksanakan audisi dan mulai mencari pengganti.
Setelah lama mencari, akhirnya seorang warga Cleveland USA Derrick Green masuk menggantikan posisi Max,
Akhirnya formasi tersebut seolah menghasilkan album awal kembali yaitu Against.
Sementara itu Max Cavalera memulai album pertama dengan band baru, Soulfly.
Dan saat ini Personil sepulturaadalah Andreas Kisser (Gitar)Paulo Jr(Bass), Derrick Green(Vokal) serta Jean Dolabela(Drum).
Max dan Igor Cavalera sekarang membuat project Cavalera Conspirasy. Album A-lex didasari oleh novel klasik yang di film kan karya Antony Burgess yang berjudul "A Clockwork Orange", yang didalamnya menceritakan langkah berani seseorang dalam melangkah....
Cerita Novel ini mengilhami SEPULTURA yang secara berani melangkah dalam lesunya industri musik metal saat ini, kita tahu dari mulai album pertama (saat formasi baru) againts sampai dengan Dante XXI
tak ada satupun yang album sepultura yang booming, album A-lex ini mudah2an kembali mengangkat nama Sepultura keatas kejayaan kembali...(tapi mungkin apa tidak...)
Walau dalam berbagai aspek musik dibuat secara detail...tetapi dalam konsep terlihat terlihatat berat sebelah..beberapa lagu terdengar lebih baik dari sebagian lagu lainya.
Seperti kita tahu...album Dante adalah album gagal dari sepultura, yang menyebabkan hengkangnya Igor Cavalera...dari Sepultura ...Mereka tahu, musikalitas mereka saat ini hanya bisa disukai oleh fans Sepultura saat ini bukan fans nya yang dulu....

HISTORY OF SLIPKNOT


Pada tahun 1995 Shawn Crahan, Paul Gray, Kun Nong, Donnie Steele dan Anders Colsefini, 5 orang yang dikenal sebagai musisi dariDes Moines, Iowa, memutuskan untuk memulai sebuah band baru. Tapi band ini tidak akan menjadi band umum. Mereka ingin band inimenjadi band yang lain daripada yang lain! Slipknot pada awalnya memiliki Anders Colsefini sebagai vocalist, Shawn Crahan sebagai drumer, Paul Gray pembetot bass, Kun Nong dan Donnie Steele sebagi pemain gitar. Mempunyai keinginan untuk menjadi sempurna, mereka mencoba untuk merekrut musisi terbaik Des Moines untuk menyelesaikan band.


Salah satu musisi, Shawn, memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang asli dengan band yaitu Topeng. “Kami memutuskan untuk memakai topeng sehingga orang hanya akan berkonsentrasi pada musik kami, bukan pada apa yang mereka lihat.”, katanya. Selain itu, bukan hanya bermain dengan satu set drum, band memutuskan untuk menambah dua set perkusi untuk membuat mereka sebagaimusik agresif. Nong kun, sang pemain gitar, meninggalkan band ini di bulan Februari. Shawn,yang merasa bosan, memutuskan untuk mencoba memainkan perkusi agar dia bias tampil di depan panggung, dan meninggalkan posisi drumer kepada teman dari Paul Gray,yaitu Joey Jordison. Pada awalnya Joey merasa ragu-ragu, namun akhirnya Joey bergabung dengan band ini pada bulan Mei. Band kemudian direkrut Josh Brainard sebagai gitaris kedua. Dia sudah beberapa kali bermain dengan mereka dan langsung menerima tawaran itu.


Mereka bersama-sama melakukan pertunjukan beberapa kali di bawah nama “Meld”, “The Pale Ones”, “PyGSYSTEM” … Mereka akhirnya memilih nama yang sempurna untuk proyek mereka, mengambil nama dari salah satu lagu mereka, “Slipknot” (perpaduan yang kemudian melahirkan lagu yang luar biasa “(sic)”). Pada bulan Desember, band tiba di studio dari SR Audio, di mana mereka bekerja untuk enam bulan berikutnya. Dengan hasil akhir dari semua upaya mereka yaitu EP mereka, “Mate. Feed. Kill. Repeat.”


Slipknot kemudian memutuskan untuk mencoba menampilkan CD live pertamanya dan mengikuti kompetisi band yang bernama “Battle Of Bands,” di mana semua band-band papan atas band dari Des Moines ikut berperan serta. Pada saat itu,mereka bertemu band dari Des Moines yang bernama “Stone Sour,” yang mempunyai Frontman seorang pemuda yang enerjik dan menarik yaitu Corey Taylor. Slipknot kemudian melibas habis band-band tersebut dan berhasil memenangkan juara-1 pada kompetisi “Battle Of Bands”.
Pada tahun 1996 Donnie Steele memutuskan untuk meninggalkan band ini karena dia tidak sejalan dengan Slipknot yang menganut trash metal-oriented music. Kemudian seorang teman dari Joey’s, Craig Jones, mengambil alih tempatnya. Pada bulan April, Craig,yangbenar-benar freak komputer, memilih untuk bekerja pada samples,ketika Mick Thompson, seorang instruktur gitar,menjadi guitaristpada band itu. Band menjadi semakin kuat dan terkenal setiap harinya.Shawn,Joey dan anggota band yang lain selalu menghabiskan malam mereka untuk berbicara tentang proyek di garasi dimana Joey bekerja. Mereka kemudian memutuskan untuk menyewa seorang manajer, hingga akhirnya mereka merekrut seorang jurnalis muda, Sophia Jones, seseorang yang mendukung mereka dari awal. Ketika orang itu ditanya mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang manajer dari band gila, dia menjawab: “Karena jika Anda bertanya kepada saya, Slipknot akan bermain di Ozzfest, akan menjual lebih dari satu juta album dan menjadi cover depan dari Majalah Rolling Stone! ! “. “Mate. Feed. Kill. Repeat.” Langsung menjadi sebuah kesuksesan besar di Des Moines.


Pada tahun 1997 ketika Slipknot melakukan pertunjukan di Dodfest, suatu festival, seorang pemuda bernama DJ Sid Wilson, alias DJStarscream, melihat mereka dan sangat menyukai musik mereka. Sayangnya, kualitas sound system yang hari itu begitu buruk lalu terjadi perselisihan antara Joey dan Shawn karena buruknya sound selama pertunjukan hingga akhirnya Joey memutuskan untuk meninggalkan band. Namun, ia kembali ke band tersebut sebulan kemudian. Lalu Slipknot dan Stone Sour bertemu lagi di Runway, sebuah klub yang dimiliki oleh Shawn. Slipknot terhipnotis oleh suara Corey dan kemudian memintanya untuk bergabung dengan band ini. Diaditerima. Dan akhirnya Corey pun bergabung dengan Slipknot. Ia pun membuat sebuah kerangka lagu yang nantinya akan menjadi sebuah hits “ME INSIDE”.


Band kemudian kembali memasuki SR Audio studio untuk merekam sebuah versi baru “Mate. Feed. Kill. Repeat.” . Corey’s pun ikut di dalam band Namun, menyebabkan beberapa masalah. Anders, tidak menerima kenyataan bahwa ia telah “tertinggal”, ia lalu mengumumkan kepada penggemar untuk meninggalkan band ini di akhir konser. Akhirnya Band ini mulai merekrut anggota-anggota baru. Diantaranya Greg “Cuddles” Welts, seseorang yang tidak akan pernah ragu untuk melakukan sesuatu yang bodoh diatas panggung. Sid akhirnya juga bergabung dengan band yang luar biasa ini setelah kebetulan, ia berada di salah satu moshpit konser mereka dan ketika itu Shawn turun ke dalam moshpit untuk berperang dengan yang lainnya. Dan akhirnya Shawn yang terluka akibatitu dibawa oleh Sid kerumah sakit. Hingga akhirnya Sid yang meminta untuk bergabung karena ia merasa cukup gila untuk bergabungdidalam petualangan band tersebut diterima oleh Shawn
Pada tahun 1998 Sophia Jones, manajer, melakukan contact kepada Ross Robinson untuk mengenalkan bandnya, sebenarnya Ross benar-benar tidak tertarik untuk mendengarkan mereka, tetapi akhirnya ia melakukan perjalanan ke Iowa untuk mendengar latihan mereka. Selama sesi berlangsung, semua orang berada dibawah tekanan dan semuanya banyak melakukan kesalahan. Joey bahkan melakukan kesalahan yang sangat fatal,karena secara tidak sengaja melemparkan salah satu drumsticknya ke wajah Ross! Tapi keajaiban terjadi,Ross Robinson benar-benar menghargai apa yang ia dengar dan memutuskan untuk memberikan kesempatan. Ia pergi ke salah satu dari konser mereka di Runways dan totally Hypnotized by the show!!! Dia segera meminta band untuk merekam CD untuk mereka! Tetapi 6 bulan kemudian, Slipknot masih belum memberikan kabar, sehingga Ross segera menghubungi Joey melalui panggilan telepon dan 48 jam kemudian, Slipknot berada di studio Roadrunner untuk merekam album pertama mereka! Pada bulan Juni, Cuddles dikeluarkan dari band untuk beberapa alasan yang tidak diberitahu. Dia diganti oleh Chris Fehn, yang menjadi percussionist yang terkenal dengan topengPinokio nya. Selama rekaman, band menemui banyak seniman lainnya seperti Kiss, Robert Flynn dari Machine Head dan Casey Chaos dari Amen. Josh mengundurkan diri dari band sebelum akhir rekaman, lalu posisinya kemudian digantikan oleh James Root, seorang pemain gitar yang berusaha mati-matian untuk membuatnya keluar dengan band sebelumnya, Atomic Opera. Ini adalah formasi terakhir dari band:


# 8 / Vokal – Corey Taylor
# 7 / 1 Guitar – Mick Thompson
# 6 / Percussions – Shawn Crahan
# 5 / Samples – Craig Jones
# 4 / 2 Guitar – James Root
# 3 / Percussions – Chris Fehn
# 2 / Bass – Paul Gray
# 1 / Drums – Joey Jordison
# 0 / DJ – Sid Wilson


Pada tahun 1999 Sophia Jones menggunakan lagi relasinya untuk membuat Slipknot tampil pada Ozzfest. Sebuah festival yang sudah menunjukkan hasil yang sukses. Pada 29 Mei, setelah beberapa debut yang menggemparkan walau masih malu-malu, “Slipknot” akhirnya mencapai puncak Dunia dengan lebih dari 2 juta copy terjual dalam waktu satu tahun. Video pertama mereka, “Welcome to our neighbourhood” juga berdiri diatas puncak dan membabat habis DVD lainnya, bahkan oleh Madonna dan Shania Twain sekalipun. Album Tour mereka pun juga meraih sukses, band ini membuat pertunjukan yang paling gila dari yang pernah ditampilkan, seperti drum yang ditambah diberi peluncur api, stage 3 meter hanya untuk melakukan aksi diving DJ Sid, dan banyak Pentagram dilukis pada dinding di bagian belakang pemandangan .


Ketika tahun 2000 Slipknot banyak berpartisipasi pada festival lainnya seperti “Rock Am Ring” dan “Dynamo Open Air”, di mana mereka diterima di publik yang sangat besar, Pada akhir tahun, Slipknot masuk lagi ke studio untuk ke-2 kalinya. Untuk kembali memproduksi album mereka, yang sekali lagi dibantu oleh Ross Robinson.


Pada tahun 2001 adalah tahun tergila yang pernah ada, 9 setan bertopeng kembali lagi di Ozzfest. Sekaligus merilis album kedua mereka: “Iowa”. Hal ini tentu menjadi salah satu album terbaik yang anda pernah dengar dari mereka. Dengan “Iowa”, band ini benar-benar menunjukkan kualitas mereka dan Tour pun segera dimulai kembali, kali ini untuk “Pledge of Allegiance” Tour, bersama Mudvayne, Rammstein dan SOAD.


Tahun 2002 diadakan Sebuah konser besar!!!! (15,000 fans) yang seluruhnya telah dimasukkan ke dalam film dan dijadikan DVD keduamereka, “Disasterpieces”. Slipknot juga menulis versi baru “My plague”, yang telah dipilih untuk soundtrack resmi film”ResidentEvil”. Corey juga muncul dalam soundtrack “Spiderman” dengan band lainnya, Stone Sour, sementara Joey memulai band lain bernama“Murderdolls”. Stone Sour yang telah sukses besar di Amerika Serikat sedangkan Dolls semuanya meledak di Eropa.


Tahun 2003 merupakan tahun yang penuh dengan masalah. Dimulai dengan Corey, yang terlalu sibuk dengan Stone Sour sehingga sedikit melupakan Slipknot. Kemudian Joey yang sibuk dengan Tour band Murderdolls nya. Tidak ada kabar sama sekali dari band Slipknot hingga bulan September, ketika Shawn juga akan mencoba untuk memulai proyek solo sendiri: “To My Surprise “, yang tidak diketahui benar-benar untuk berapa lama ini berlangsung. Ketika band kembali memasuki Roadrunner studio pada akhir tahun, beberapa anggota band menjadi marah dengan Joey karena dia menulis 7 lagu untuk dirinya sendiri,ia mencoba membawa band ini lebih kearah darken style ketika Corey ingin mencoba sesuatu yang lebih seperti Rock. Band akhirnya mengumumkan bahwa album baru akan mungkin akankeluar pada musim semi 2004.


Pada tahun 2004 Selama 6 bulan band melakukan rekaman bersama Rick Rubin (SOAD, Slayer). Beberapa kali, Rick meminta mereka untuk menulis beberapa lagu baru, hal ini menunjukkan tanda-tanda tidak baik. Tetapi 24 Mei, hanya sehari sebelum album baru, Slipknot melakukan konser rahasia di London. Warga Eropa ini lah yang pertama kali mendengarkan album baru mereka: “Vol.3:The Subliminal Verses“. “Duality” adalah single pertama dari album mereka, dan kita bisa mengatakan bahwa pada album ini adalah versi Slipknot yang jauh berbeda dari apa yang kita dengar dari mereka sebelumnya. Band banyak menghilangkan kegilaan dari “Iowa” dan album ini dibuat lebih mirip Rock, tapi masih dipengaruhi oleh Trash dan Extreme metal scene. Band ini kemudian menuju Eropa, di mana mereka ikut ambil bagian di banyak festival, di Ozzfest lagi dengan Hatebreed, the Fury Fest “dan” unholy Alliance Tour “. The 2nd single, “Vermillion pt.1″ diluncurkan dengan menampilkan video yg cukup aneh … Dimana pada video tersebut semua angota band memakai topeng yang menyerupai wajah asli mereka! “Vermillion pt.2″ juga diluncurkan, namun video ini cepat berlalu karena terlihat gila. Setelah Show besar di Paris dan Tour di India, band kembali ke Amerika Serikat hanya untuk liburan musim dingin.


Tahun 2005 diawali seperti akhir-akhir tahun sebelumnya.yaitu dijalan!!! Slipknot melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk Vol.3 The Subliminal Verses tour. Mengumumkan bahwa rekaman album berikutnya akan dilakukan di akhir 2006, kemudian band ini merilis “9,0: Live”, double album live pertama mereka. Ini adalah sukses besar di seluruh dunia: 350000 salinan telah terjual hanya di Amerika Serikat! Stone Sour sekarang merencanakan rekaman album ke-2 mereka dan Murderdolls terpecah belah, karena itu mereka mencoba untuk memutuskan apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya.


All Hope Is Gone (2008-2009)


Slipknot merilis album keempat mereka yaitu All Hope is Gone pada 20 Agustus 2008. Ini merupakan album pertama Slipknot yang dapat meraih puncak no.1 di Billboard 200. Persiapan untuk album dimulai pada bulan Oktober 2007 dan akhirnya memulai rekaman pada Februari 2008. Bersamaan dengan album ini,Slipknot jg merubah tampilan topeng mereka. Perubahan ini memang ditujukan untuk menyamakan dengan style album baru mereka.

HISTORY OF DREAM THEATER


Dream Theater adalah grup musik terhebat di dunia ini sekarang dan beraliran progressive metal (progmet). Band tersebut dibentuk oleh tiga murid sekolah musik The Berklee College of Music pada 1985. Yakni, John Myung (bas), Mike Portnoy (drum), dan John Petrucci (gitar). Kevin Moore, teman SMA Petrucci direkrut oleh mereka untuk memainkan keyboard dan Chris Collins sebagai vokalis. Sejak dibentuk pada 24 tahun yang lalu, mereka menjadi salah satu band progmet yang sukses, meski keberadaannya belum begitu kuat di antara aliran musik pop dan rock saat itu. Dua album mereka memperoleh penjualan tertinggi, yakni, Image’s and Word (1992) dan Octavarium (2005). Kedua album tersebut memperoleh penghargaan Gold Record dan tetap dihormati sebagai album progmet. Album tersebut, meski hanya menduduki peringkat ke-61 (Image’s and Word) dan peringkat ke-36 (Octavarium) tangga lagu Billboard 200 Charts, musik band tersebut dikenal sangat bagus. Terutama masing-masing personelnya dalam memainkan alat musik. Karena itu, memenangi banyak penghargaan dari majalah musik. Mereka sangat dihormati oleh musisi besar rock dan metal. Anggota band tersebut juga sering berkolaborasi dengan musisi besar lain. Misalnya, John Petrucci menjadi salah satu gitaris dalam kolaborasi G3 bersama Joe satriani dan Steve Vai. Hal itu mengikuti langkah Eric Jhonson, Robert Fripp, Yngwie Malmsteen, dan gitaris berpengaruh lainnya dalam G3 sebelumnya. Dream Theater juga tercatat sebagai band yang beraliran sangat unik. Dengan skill masing-masing personelnya yang mumpuni, mereka mampu menggabungkan beberapa genre musik yang berbeda hingga menjadi suatu aliran musik yang benar-benar baru dalam kancah rock. Beberapa personelnya sering bergabung dalam konser grup-grup dan musisi besar seperti include Deep Purple, Emerson Lake and Palmer, Iron Maiden, Joe Satriani, King’s X, Marillion, Megadeth, In Flames, Pain of Salvation, Porcupine Tree, Queensrÿche, Spock’s Beard, Fear Factory, Symphony X, dan Yes. Pada 2005, Dream Theater mengadakan tur konser bersama Megadeth. Tur yang diadakan di Amerika Utara tersebut berlabel Gigantour.

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.
Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan Boom Box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic“. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.
Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kian ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.
Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.
Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God“, yang merupakan sandi morse dari “Eat my Ass and Balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat-peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:
1. Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.
2. Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
3. Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies“, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice“
4. Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
#Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
# Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
# Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
# Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
# Satu dari melodi - melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari Metropolis Pt 1 juga digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari “Metropolis Pt 1; dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.
# Bagian - bagian dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.
5. Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul-judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagu dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
6. Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”
Analisis detil tentang “nugget” di “Octavarium” (disebut oleh Mike Portnoy sebagai “sebuah nugget raksasa”) telah dipublikasikan di sebuah situs independen.

======= JOHN PETRUCCI=======
John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, John Myung, Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti itu, dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh oleh permainan gitar dari gitaris semacam Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads (gitaris Ozzy Osbourne), Iron Maiden, Steve Ray Vaughn, dan grup besar Semacam Yes, Rush, Dixie Dregs dan lain- lain, dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.
Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influencenya dengan mendengarkan Metallica, Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik gitar, oleh karena itu dia banyak mengadaptasi hammering speed, melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse, Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth, Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon, Eddie Van Halen.

Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee, John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di Berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion mengasah bentuk musik dari Dream Theater.
John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.
John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut. Jaws of Life (sebelumnya I.B.S.), Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.

======= MIKE PORTNOY =======
Michael Stephen Portnoy lahir di Long Beach, New York, di Long Island. Portnoy memulai karir di local bands Intruder, Rising Power, dan Inner Sanctum. Dia meninggalkan Inner Sanctum setelah mendapat penghargaan beasiswa dari Berklee College of Music. Selama kuliah di Berklee College of Music ini, Portnoy bertemu dengan Petrucci dan Myung. Portnoy bersama Petrucci dan Myung membentuk band bernama Majesty dan akan menjadi Dream Theater. Portnoy adalah drummer Amerika pertama yang tercatat sebagai drummer sekaligus backing vocals band progressive metal Dream Theater. Dia memenangkan 23 awards dari Modern Drummer magazine.

======= JOHN MYUNG =======
”’John Ro Myung”’ adalah seorang bassist dan anggota pembentuk grup progressive metal Dream Theater. Dia merupakan satu-satunya anggota Dream Theater yang memiliki keturunan Asia yaitu Korea. Basist yang satu ini adalah basist yang diam-diam menghanyutkan. Di dalam groupnya selalu berusaha untuk stay low, tidak pernah menarik perhatian, dan jarang berbicara. Di kalangan fans Dream Theather bahkan ada lelucon bahwa yg pernah melihat John Myung berbicara berarti dia adalah fans yang beruntung hehehehehe. Dedikasinya buat musik enggak tanggung-tanggung ketika masih kuliah musik di Berklee bareng rekannya John Petrucci dia memiliki komitmen berlatih 6 jam sehari. Permainannya sendiri juga mantep kalo denger musiknya Dream Theather. Selain bermain di Dream Theather dia juga banyak membantu musisi-musisi lain sebagai session player dan John juga pernah mengeluarkan DVD instruksional bass. Dia juga di endorse oleh Yamaha dan signature seriesnya sangat populer dan diminati para bassist diseluruh dunia. Selain bermain bass dia juga seorang pemain chapman stick yang mahir. Selain aktif di Dream Theather, John juga tercatat aktif di group Platypus, Jelly Jam, Explorers Club, dan pernah membantu musisi Gordian Knot
Biografi :
Lahir pada tanggal 24 Januari 1967 di Chicago dan besar di Long Island, New York. Ibunya sering mendengarkan music classic saat dia masih kecil, dan saat Myung muda berusia 5 tahun, dia mengambil kursus biola. Kemudian saat John Myung berusia 15 tahun, tetangganya mendekatinnya untuk memainkan Bass pada band tetangganya tersebut, kemudian Myung berasumsi bahwa Bass mempunyai 4 senar sama dengan biola, jadi dia dapat mempelajarinnya dengan cepat dan sejak saat itu dia beralih ke Bass gitar dan sejak saat itu dia tak pernah lagi memainkan biola. Inspirator yang mempengaruhi John Myung seperti Chris Squire, Steve Harris dan Geddy Lee, juga band seperti Rush, Yes dan Iron Maiden. Juga dia sering mendengarkan band seperti Jane’s Addiction, Red Hot Chilli Peppers sebaik musik classic dan blues. John merupakan satu-satunnya anggota Dream Theater yang tetap tinggal di Long Island bersama istrinnya Lisa dan 2 anaknya, Brandon dan Christian Myung. Lagu yang pernah diciptakannya untuk Dream Theater ialah Learning To Live pada album Images and Words dan Trial of Tears pada album Falling Into Infinity. Dia mempunyai project lain selain Dream Theater yaitu Jelly jam.

======= JORDAN RUDESS =======
Jordan Rudess (lahir dengan nama Jordan Rudes pada 4 November 1956) adalah pemain keyboard band progmet Dream Theater. Dia masuk Dream Theater menggantikan Derek Sherinian. Hal ini dimulai saat Mike Portnoy memutuskan untuk membentuk supergroup dengan Magna Carta Records. Rudess terpilih untuk mengisi bagian keyboardist dalam band yang terdiri dari Tony Levin, Mike Portnoy, dan John Petrucci ini. Selama rekaman 2 album Liquid Tension Experiment ini meyakinkan Portnoy dan Petrucci bahwa Rudess adalah keyboardist yang cocok untuk Dream Theater. Dan akhirnya mereka memutuskan mengajak Rudess untuk menggantikan Derek Sherinian yang telah bersolo karir.

======= JAMES LABRIE =======
Kevin James LaBrie lahir di Penetanguishene, Sebuah kota kecil di Kanada pada tanggal 5 Mei 1963. sejak kecil, James saat berumur 3 tahun, dia sering mendengarkan radio dan menyayikan lagu apapun yang terdengar dari radio tersebut. Diinspirasikan oleh ayahnya, dia kemudian mulai bernyanyi dan bermain drum pada awalnya saat berusia 5 tahun. Pada saat berusia 10 tahun, dia berkuartet dengan ayahnnya dan paman juga adiknya bernyanyi di barber shop.
semasih anak-anak, dia sudah menyukai musik rock. Saat berusia 14 tahun, dia telah bermain di berbagai band sebagai vokal dan drum. Tetapi, James lebih memilih bernyanyi ketimbang bermain drum. saat dia berusia 18 tahun, dia memutuskan pindah ke Kanada.
Saat berusia 21 tahun, James berlatih vokal pada Rosemary Patricia Burns. Setelah banyak bergabung dengan beberapa band di Kanada. James kemudian menjadi vokalis pada band Winter’s Rose, dimana juga bergabung dengan Atlantic Records, Label Dream Theater saat itu. lalu Pierre Paradis yang mengatur band Voi Vod, menawarkan solo project pada James di Aquarius record. kemudian dia memberitahu James bahwa ada nama band New York bernama Dream Theater melakukan audisi untuk mencari vokalis, kemudian James mengikutinnya dan diterima, itulah sejarah LaBrie bergabung dengan Dream Theater pada 1992, dimana album pertama LaBrie bersama Dream theater ialah Images and Words.
Sampai saat ini, Labrie telah banyak menciptakan lagu untuk Dream Theater seperti Anna Lee(Falling Into Infinity), Vacant(Train Of Thought), Blind Faith(six degree of Inner Turbulance), Sacrified Son(Octavarium).
Dan dia tetap tinggal di Toronto, Kanada bersama istrinya Karen, dan kedua anaknya Chloe dan Chance Abraham LaBrie.

Personil sekarang :
- James LaBrie - Vocals and percussion (1991 - sekarang)
- John Petrucci - Guitars and backing vocals (1985 - sekarang)
- Mike Portnoy - Drums, percussion and backing vocals (1985 - sekarang)
- John Myung - Bass and Chapman Stick (1985 - sekarang)
- Jordan Rudess - keyboards, lap steel guitar, and Continuum (1999 - sekarang)

Mantan personil :
- Chris Collins - Vocals (1986)
- Charlie Dominici - Vocals (1987- 1990)
- Kevin Moore - Keyboards (1986-1994)
- Derek Sherinian - Keyboards (1995-1999)

Album Dream Theater :
- When Dream and Day Unite(1989)
- Images and Words(1992)
- Live at Marquee(1993)
- Awake(1994)
- A Change of Season(1995)
- Falling into Infinity(1997)
- Once in a Live Time(1998)
- Scene from Memory(1999)
- Live Scene from New York(2001)
- Six Degree of Inner Turbulance(2002)
- Train of Thought(2003)
- Live at Budokan(2004)
- Octavarium(2005)
- Score(2006)
- Systematic Chaos(2007)